Kemiri Girsang Menuju One Village One Product Danau Toba
Di sebuah sudut tenang di lereng Girsang, tempat angin membawa harum hutan dan gemerincing Danau Toba terdengar dari kejauhan, Damayanti melihat sesuatu yang selama ini luput dari perhatian banyak orang: buah-buah kemiri yang jatuh. Baginya, kemiri bukan sekadar rempah dapur. Kemiri adalah peluang. Kemiri adalah masa depan. Kemiri adalah alasan untuk membuat kampungnya kembali hidup. Awal dari Sebuah Niat Baik Sejak tinggal di Kampung Girsang I, Damayanti melihat begitu banyak keluarga bertahan hidup dari pertanian dan pekerjaan musiman. Akan tetapi banyak juga yang kehilangan semangat karena peluang kerja yang sempit. Perempuan—terutama para ibu—sering kali hanya bekerja di rumah tanpa ada tambahan pendapatan. Sementara anak muda, satu per satu, memilih merantau karena merasa desa tidak memberi mereka jalan. Lalu, ia bertanya pada dirinya sendiri: Mengapa peluang itu tidak kita ciptakan sendiri? Ketika melihat kemiri melimpah di Kampung Girsang, ia menemukan jawabannya. Ia ...